Rabu, 22 Juli 2026

Kembali

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 19.57 0 komentar

 Hai Blog!

Sudah lama sekali tidak menulis, sampai dada ini rasanya berat, hampir retak yang terlalu berat menanggung beban. 

Aku si wanita kecil ini, kecil dan lemah di hadapan Allah ini merasa tak berdaya, waktu seperti mengejar-ngejar setiap tanggung jawab yang harus diemban.

he..

ternyata menjadi ibu +bekerja di luar tidak semudah itu.

Pagi-pagi saat jiwa masih enggan memulai, semua sudah harus dimulai, tidak memulainya hanya akan membuat pagi berantakan. Eh salah malah dari malam kau harus mempersiapkannya. Ada yang bilang, malamtanpa rencana adalah pagi yang berantakan.


Oke it's ok! aku maafkan yang menurutku masih berantakan, tapi dari awal tidak pernah telat pun harus ku apresiasi.

Alhamdulillah.

Mungkin, rasa lelah ini bersumber dari.......


diri

yang

belum

berserah

sepenuhnya 


Ok, Nisa....



take a breath,

dan tersenyumlah!

kamu bisa hadapi harimu,

merasa berat bukan masalah

karena memang kamu selemah itu

kamu hanya bisa menghadapi semuanya dengan pertolongan Allah


Yuk! Bisa yuk!

Murojaah lagi, hayati lagi setiap ayatNya.

Nikmati hari bersama Al Quran.


Bismillah...

Tidak apa jika ada kekurangan dan Lakukan yang terbaik 1% saja setiap hari.


Yassarallah

Kamis, 12 Desember 2024

Hanya Orang Tua Gagap

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 12.54 0 komentar
Hai... 
2024..
Bayi kecilku hari ini sudah berusia 4 tahun, 
Kau tahu? Banyak sekali yang berubah. 
Di usia ini anak-anak memasuki usia sekolah. 

Ini pertama kali Baby F Ku belajar mengaji online bersama orang lain. 

Aku rasanya ingin marah selama menemani ia belajar. Itu sebab kekurangannya. Suaranya kecil, jawab pun asal. Yaa Rabb... 

Sejenak aku berpikir. 
Ia masih tahap belajar, ini pengalaman pertamanya belajar. Jangan sampai tercedera fitrah belajarnya karena kemarahanku. 

Menjadi orang tua bijak ternyata juga harus aku pelajari di tahap ini. 

Yaa Rabb .. 

Ternyata aku hanya orang tua gagap yang sedang menuntut anakku sempurna. 

:(

Pandang ia, peluk, dan hargai setiap usahanya. ☺

Selasa, 29 Maret 2022

Sebuah Pernyataan

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 11.30 0 komentar
BISMILLAH. 

Disclaimer : Tulisan ini dibuat bukan untuk memojokkan siapapun, bukan untuk mengajak ribut siapapun, bukan untuk menentang siapapun. Insya Allah ini hanya ikhtiar saya untuk menjelaskan dan klarifikasi  . Mohon maaf baru sempat lanjut menulis. 

Dear siapapun, maaf saya saat itu merasa kaget tiba-tiba di mention di ig story, yang isinya ternyata hal yang bukan saya maksud.

Berasal dari sini 




Saya merepost status tersebut, setuju bahwa agama dan kunci sehat mental adalah mendekat pada Allah, dan titik fokus saya adalah bahwa untuk mendekat pada Allah saja kita harus memohon pertolonganNya.

Tiba-tiba muncul anggapan





Saya setuju ya.. Bahwa Allah ga cuma nyuruh kita berdoa aja, dan dari postingan di atas juga tidak ada kata-kata saya bahwa agama hanya menyuruh berdoa aja, justru bagus kan ketika kita berikhtiar menjalani pengobatan, kita sedang menjalani perintah agama untuk berusaha. 

Dan mohon maaf , saya sama sekali tidak menyebutkan bahwa yang sakit mental berarti kurang iman. 

Jujur saja saya agak bingung menanggapinya. 
Bisakah teman-teman tunjukkan kata-kata kurang iman?

Kemudian saya post sebuah ayat, karena saya teringat bahwa Al Quran adalah obat  penyembuh segala penyakit hati di dalam dada. Saya yakin dengan banyak membacanya, mentadaburinya, menghafalnya insya Allah hati menjadi lebih tenang dan menjadi obat untuk kita sebagaimana Allah firmankan. 


Caption saya saat itu Kita beruntung dianugerahi
The Real Healing.

Maksud saya saat itu adalah karena sekarang marak disebut healing adalah pergi tamasya kesana kemari, tapi sayangnya tak semua orang beruntung punya dana untuk "healing" Macam tersebut. Dan Allah sendiri yang katakan, bahwa Al Quran adalah penyembuh. Artinya kita ga harus pergi kesana kemari, kembali ke rumah dan temukan healing itu ada di dalam rumah kita yaitu Al Quran. 

Lalu apa saya menyebutkan bahwa yang pergi ke psikiater berarti ga deket dengan Allah? ..

Jujur , saya bingung lagi dituding berkata seperti itu. Jelas, bahwa saya repost Al Quran adalah obat, adalah merepost kalam Allah. Allah sendiri yang berfirman kan saudaraku,,,, apakah  kemudian disitu maksud Allah berarti apabila kamu ke psikiater kamu tidak dekat dengan Allah? ..


BIG NO!
Ayolah masa kita mau menentang firman Allah, 
:(

Kalau kita telisik kembali, 
Kita baca Al Quran, banyak sekali ayat Al Quran memerintahkan kita untuk bergerak, berusaha, baik itu ayat terakhir surat Al Ankabut atau berusaha mengubah keadaan kita seperti dalam Q.S Ar-Ra'du ayat 43 , dan banyak ayat lain yang memerintahkan untuk bergerak. 

Bukankah perginya kita ke dokter adalah salah satu ikhtiar mengamalkan Al Quran? Kita berusaha mengubah keadaan dari sakit menjadi sehat sebagai syariat datangnya kesembuhan dari Allah. Dan jelas kita sedang mengamalkan Al Quran yang tadi disebutkan sebagai obat segala penyakit. 

Jadi rasanya tidak ada diantara kita perbedaan pendapat. Toh saya tidak menyebut bahwa yang ke psikiater artinya ga deket sama Allah. 

Butuh bantuan manusia, ya memang disitulah Allah menyuruh kita saling membantu dalam kebaikan. 

Jadi apa yang hendak diperdebatkan ????????
Jujur saya bingung, saat dimention seperti diajak berdebat, padahal tiada maksud memojokkan siapapun. 

Kemudian , muncul lagi status yang ini




Tidak ada nama saya, tapi saya dimention juga disini, mention tersembunyi entah apa maksudnya, jadi saya mau menanggapi. 

Paragraf 1 : maaf lagi-lagi saya ga bilang kalau yang sakit mental itu ga deket sama Allah. 

Paragraf 2 : saya tau, penyakit tersebut butuh penanganan psikiater, bukan sekadar tahu malah yaa.... 

Paragraf 3 : iya tau ko bukan depresi sama stress aja penyakit mental tu. Dan berdoa ikhtiar tawakal satu kesatuan iyaaa setuju koooq.

Dan paragraf terakhir yang dibold hitam. Haturnuhun nasihatnya, bahkan saya sudah jelaskan langsung seberapa banyak saya ketahui tentang pengobatan tersebut intinya teu bodo bodo teuinglah. Dan hapunten sekali lagi, kalau merasa offended dengan kata-kata  saya. Yang jujur saya bingung dimana kata-kata yang menyinggung. 

Tersinggung dengan perkataan "Al Quran adalah obat/penyembuh ?" Itu firman Allah kan? Lantas ga mungkin dong kita tersinggung dengan kalam Allah?

Atau tersinggung dengan kalimat  "dekat dengan  agama adalah kunci kesehatan mental?" Bukannya saudari sendiri yang bilang bahwa ke dokter adalah bentuk ikhtiar, tawakal, dan termasuk tauhid.?

Lalu tersinggung dengan bagian mana? Ga mungkin juga kan ya tersinggung dengan pendapat sendiri?? 


Sampai disini pernyataan dari saya, 🙏
Saya mohon maaf jika ada kesalahan, 
Saya hanya ingin meluruskan, dari sisi Saya. 
 Wallahualam . Kebenaran datang hanya dari Allah

Minggu, 21 November 2021

"ahsanti"...

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 07.43 0 komentar

 Ashanti..


Kata yg langka ustadz ucapkan buat aku, ku hitung mungkin sekali atau dua kali dalam setahun.. tepatnya aku lupa..yg pasti tak lebih dari lima kali.

Yah...kata yg didamba terucap dr sang ustadz untuk setiap penghafal Alquran selepas menyetorkan hafalannya..


Hah... Sudah tau kan alasannya kenapa "ahsanti" jarang terdengar acap kali aku lepas setoran..


Kini targetku tak lagi "ahsanti" udah berani nge list aja rasanya bersyukur.. yah walawpun habis itu "ahsanti" terganti oleh... Muroja'ah lagi yah... 


Aku sih senyumin aja..

Habis itu dlm hati aku bilang : "bye ahsanti.. bye"


Bukan sinis tapi sadar diri.

Bukan pesimis tapi ngukur diri. 


Seketika temenku bilang aku keren.. seketika juga ku tangkis kata2 kerenya dan bilang : "sehalaman mana bisa disebut keren". 


Sudah tak ada lagi rasanya stock mengeluh karena sedikit hafalan pekan ini, (tiap pekan sieh hhe)

Rasa2 nya.. kok tabu?

Rasa2 nya.. kok ttp ingin melaju. 


Sekarang target Ku adalah memanfaatkan kesempatan project terkeren ini..

Yah..project istimewa bersama Allah.. Ngapalin Quran!


Selagi Allah ngasih kesempatan aku ada di halaqoh ini.. AQ akan coba semaksimal mungkin bertahan.. dan jikapun harus terhenti, aku ingin menjadi yg terakhir berhenti di lingkaran project ini.


Aqu sudah sering kehilangan..

Dan Aku ingin menjadi penghuni terakhir di halaqoh ini dengan predikat husnul khotimah!


**************


Malam ini dikirimi chat WA tulisan indah tersebut, relate banget sama diri ku, ya tentu ini dari sahabatku. 

Dia partner, teman terbaik, penguat hati, sejak 2016 sama2 mulai belajar di salah satu lembaga tahfidz, 

Teman curhat tiap "setoran yang :(", teman yang sama2 deg2an tiap kali giliran menghadap ustadz, hingga akhirnya sekarang setoran lewat zoom. Dan curhatan kami masih seputar hafalan. 

Kawan, terimakasih banyak. Setiap kata katamu menjadi motivasi, selain ku bersyukur mendapat ustadz yang sabar menghadapiku. Kupun sangat bersyukur Allah kirimkan dirimu dalam perjalanan ini. 

Lelah dan terbatas tak boleh membuat kita berhenti. 

Semoga Allah selalu meridhoi. 

Meski ku tahu bagaimana kadar hafalanku, izinkan aku berdoa yaa Rabb..

🥰 Ya Allah, sahabat terbaikku ini namanya teh lusiyana, pertemukan kami kembali kelak di jannahMu sebagai ahlul Quran yaa Rabb sebagai keluargaMu .. , izinkan kami terus mengahafal kalamMu di dunia ini hingga akhir hayat tiba. Aamiiin.. Yaa Rabbalalamiin. 


Kamis, 28 Oktober 2021

Karena Allah Cinta

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 15.06 0 komentar

 Kenapa kau menyapu lantai?

Mencuci baju? 

Karena Allah mencintai kebersihan


Kenapa kau memaafkan?

Karena Allah Maha Pemaaf mencintai orang yang memaafkan

Kenapa kau menghafal Quran?

Karena Allah mencintainya mencintai orang-orang yang akan menjadi keluargaNya


Kenapa kau bangun pagi, beraktivitas dengan semangat?

Karena Allah mencintainya, mencintai orang yang  kuat..


Allah mencintai orang yang bersungguh-sungguh

Oh sungguh

Cukup Allah  menjadi alasan terbaikmu. 


Allahummarzuqna istiqomah 

Ya Sebab Setan tak suka!

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 08.45 0 komentar

 Kenapa sulit sekali..

Mejeda waktu membuka mushaf

Kenapa sulit sekali

Menghafal ayat demi ayat Al-Quran 

Padahal hati yang bersih tak kan pernah bosan melafazkannya. 


Ya Rabb lama sekali aku futur 

Tapi itu futur apa memang belum ikhlas niatku

Belum teguh perjuanganku.. 

Jika sebab setan tak suka 

Lalu ia mampu membuat ku jauh dariMu

Kenapa bukan alasan karena Allah suka

Lalu aku berusaha dekat dengan kalamMu..


Ya Allah ampun cintaku yang rasanya masih dilisan.

Berat diperbuatan

Lalai di setiap nikmat waktu yang Kau berikan


..

Kupinta hati yang khusyu yaa Rabb 


Kata ustadz 

Waktunya para penghafal quran berbeda

Hari-harinya tak pernah sia-sia

Malamnya riuh dengan bacaan ayatMu


Yaa Rabb mampukan hamba 

Temukan cahaya itu. Menuju kesitu 


Bersama tangisku yang terendam kata 

Sabtu, 23 Oktober 2021

Bermulazamah

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 12.26 0 komentar

 .....

Seperti titik-titik ini

Aku berjalan begitu lambat

Rasa cepat hanya angan

Lagi-lagi aku gagal. 


Aku ini kemana saja ya?

Tenggelam dan tenggelam dalam ,

Keadaan apa?

Yaa Rabb tolong hamba..


Berduri di jalan sendiri

Ingin bisa seperti dijudul setiap hari 

Setiap waktu

Setiap detik


Tapi di penghujung minggu aku baru sadar

Lagi, lagi

Lagi dan lagi

Ko aku gagal lagi


Aduh 

Meratapi ini biarlah biarlah sekejap saja 

Biar ia tak tertawa semakin terbahak

Bismillah ayo kita bisa...

Sedikit sedikit tak apa sedikit


Senin, 05 Juli 2021

6 Rahasia Kuat Puasa Buat Busui Newborn ala Mamak Fiqa

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 20.45 0 komentar
Assalamualaikum para busui dan pasui. 😆 loh ko pasui? eh beneran deh bapa-bapa yang mendampingi busui itu penting loh demi keberlangsungan ibu menyusui. Kan ada tuh gerakannya ayah Asi Indonesia, udah follow belum? Kalau belum, coba deh follow ig nya, dan ikutin deh kuliah onlinenya.

Baik, kali ini cuma mau nulis yang ringan-ringan aja hee tips kuat puasa buat busui yang bayinya newborn, alias belum MPASI karena aslinya rada berat euy, haus bangeet lapernya juga banget mamak fiqa juga udah kaya anak SD lagi ngitungin bedug 😃.

Btw, dapet curhat juga dari sahabat-sahabat busui yang melahirkan hampir bareng sama fiqa, dimana mereka berkendala saat puasa, menurut mamak itu gapapa wajar aja dan jangan paksain, toh kita bisa ganti di hari lain.

Tulisan ini cuma mau sharing pengalaman karena pada nanya, ummu fiqa puasa? Dijawab iya lalu pada amazing, nyusul nanya 'ko bisa?' Atau bilang 'hebaaat, aku gabisa lemes banget'  hee 😀 sebenernya ga hebat sih cuma ini rahasianya

1. Niat
Niat yang kuat lalu tawakal sama Allah. Sebelum memasuki Ramadhan udah pesimis kayanya ga akan puasa soalnya kemarin nyiba ga kuat.
Tapi, pas awal Ramadhan berniat coba deh, klo di iklan mah ada seorang ibu bilang ke anaknya lagi belajar puasa "kalau hatimu kuat, perutmu juga akan kuat nak" hhee lalu mamak terinspirasi jadi kalau di tengah hari laper dan haus banget kuatin lagi niatnya

2. Dukungan Orang Sekitar
Alhamdulillah, mamak fiqa lagi tinggal di rumah ortu, dan ibunya mamak selalu dukung, ayoo bisa kuat puasa, liat tuh mamahnya bilal (tetangga) sama bilal masih bayi, dia aja bbisa kuat  Akhirnya mamak coba terus puasa, Alhamdulillah sering dikuatin. Sama suami juga terutama.

Berhubung lagi pandemi, dan kami Qodarullah sedang berjauhan aku disini (jatinangor) dan dia disana (Jatibening), maka kami berkomunikasi via watsapp lalu waktu hari pertama nyoba puasa, paksu bilang "nah gitu dong.. coba dulu kalau ga kuat baru buka ya.. semangaat!" Kira-kira begitulah, hai dear tau ga sih kamu bilang gitu tu udh jadi amunisi kekuatanku (elah) 😆

3. Makan Cukup
Makan lah yang cukup, kalo katanya harusnya tetep tiga kali, pas buka, pas mau bobo, dan saur. Kalau mamak cuma pas buka dan saur sisanya ngemil kolek 3 porsi 😆

4. Konsumsi ASI Booster
Kalau mamak asi boosternya, Susu Almomd (Niqmatlah pokonya), susu kambing (ini mah udah dari zaman awal kehamilan), madu, dan tentunya kurma (pesen di diri sendiri) ada Ajwa, sukari, tunisia, dan jenis lainnya (eeh kan kebiasaan dah jualan) 😆

5. Tidur 
Nah ini nih, kalau siang hari terutama habis meng ASI hi tetiba kerasa banget lapvar dan haus, mamak memilih untuk tidur, jadi ga terlalu kerasa dan teralihkan dan biasanya saat bangun udh ga terlalu lapar hee

Nah ini yang paling pentig no 6. Yaitu, selalu memohon pertolongan Allah. Apalah daya kita yang tak memiliki kekuatan kecuali bersumber dari Allah, terus meminta setiap saat semoga Allah memberikan pertolonganNya.

Asma, Inspirasi Sang Inspirator

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 20.44 0 komentar

 Wanita dengan penuh kehangatan. Keibuan bahkan sebelum menjadi ibu. Potret kelembutan yang berkolaborasi cantik dengan keberanian. Seorang yang menemukan kecerdasan dari ibunda kaum Muslim di masa kecilnya. 

Ia adalah kakak yang menjadi inspirasi sang inspirator. Kakak yang menemukan adiknya penuh kecerdasan. Kaka yang paling mengerti adiknya, jika ia adalah ide maka adiknya adalah aksi, jika ia adalah niat maka adiknya adalah lompatan, dan jika ia adalah busur maka adiknya adalah anak panah. 

Bagi Aishah R.a. Kakaknya adalah pelabuhan tempat ia berlindung kedua setelah ibunya. 

Bunda Asma bintu Abu Bakr. Mungkin namanya tak setenar Ibunda Aisha R.A namun, ternyata sosok Asma adalah sosok yang dikagumi olehnya. Sosok yang dianggap menjadi kesejukan di bawah terik matahari tajam. 

Begitulah kami belajar darimu, kelembutan, kekuatan, kerendahan hatimu, mutiara di balik mutiara. 

Bunda Asma, bunda Aisha  semoga aku bisa meneladanimu.. 



Senin, 29 Juni 2020

Putri Mungilku

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 12.44 0 komentar
 Februari 2020, putri mungilku lahir ke dunia. Maasya Allah dengan semua proses kelahiran yang membuatku berdecak kagum pada Allah SWT.

Rasanya, semua orang berusaha saat aku yang melahirkan, anakku ia pun berusaha keluar, bidan yang sabar menajalani proses kelahiran, orang tua kaka bahkan ponakan kecilkupun berdoa dan berusaha.

Bergetar suara adzan dikumandangkan di telinga bayi mungil, kelahiran seorang anak manusia baru di muka bumi teriring doa yang sangat.

Semoga menjadi anak solihah, patuh dan taat pada Allah Swt. Menuruti ajaran Nabi, selalu berpegang pada agama, menjadi seorang lembut dan penyayang cahaya Al Quran seperti yang tersemat dalam namamu.

Wahai putri mungilku, jagalah Allah. Allah akan menjagamu.
jagalah marwahmu sebagai seorang perempuan, jagalah dirimu, jagalah aqidahmu dan aqidah anak2mu kelak.

umma dan yabi menyayangimu .❤

Kamis, 09 April 2020

7 Hal Penting Yang Ga Boleh disepelekan Ibu Hamil

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 00.55 0 komentar
Foto bersama teman saat
Kehamilan (Dok.pri)

Halo mom, dan calon mom  :)
Sengaja kali ini mau bahas 7 hal penting yang ga boleh disepelekan oleh bumil. Kenapa nulis ini? Yaa berangkat dari kegundahan hati, melihat teman sendiri yang kurang aware sama dirinya dan kehamilannya.
Beberapa teman ada yang sangat aware, tapi ada juga yang santai banget menganggap semua baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja.
Sebenarnya, ga masalah sih bersikap santai tuh, malah justru bagus banget supaya bumil ga stress, karena kehamilan adalah sebuah momen sakral dimana akan lahir manusia baru anugerah Tuhan dari rahim mom, jadi jalani kehamilan  emang harus tenang bukan menjadi sebuah beban, tapi bukan lantas santai dan  kita menyepelekan hal-hal berikut :

1. Ilmu
Nah mom, entah ini kehamilanmu yang ke berapa, upgrade ilmu itu penting ya mom, apalagi jika ini kehamilan pertamamu.
Kenapa? Karena kalau kata bidan yessi di instagramnya @bidankita "kita harus menyadari bahwa kitalah yang harus berpengetahuan dan berdaya. KNOWLEDGE is POWER, kalau anda cerdas, maka anda akan lebih bijak saat mengambil tindakan dan keputusan." Apalagi ini tentang kehamilan dan persalinan kelak, kita harus cerdas mom!

Setuju banget sama bude, (panggilan akrab bidan yessie) yang aktif memberikan ilmu-ilmunya di media sodial. Nah, ilmu-ilmu dari beliau bisa disimak juga di webnya bidankita.com. Disana banyak sekali artikel tentang kehamilan yang tentunya bermanfaat.

Selain beliau, ada bidan lain yang aktif memberi ilmu dan afirmasi positifnya, memotivasi bumil-bumil untuk melahirkan secara normal dan minim trauma, misalnya bidan desi cek di ig nya @bidandesi bahkan beliau menerapkan teknik batuk saat melahirkan sebagai pengganti teknik mengejan. Wow.. penasaran? Hee sama  penasaran, ada yang sudah coba?
Beliau berdomisli di Bekasi. Beliau juga yang menangani kelahiran ketiga putra Ustadz Adi Hidayat setelah sebelumnya dua anak beliau dilahirkan secara sesar.

Berikutnya kita bisa ikutan kulwap bumil yang biasanya diadakan juga oleh @bidanmudabergerak, bisa cek ig nya di nama itu.
Nah ini kesempatan emas yang ga boleh disia-siakan. Ilmu-ilmunya daging semua, dipandu oleh bidan-bidan muda yang baik-baik dan bersemangat, selain itu kita bisa  free konsul sama bidan-bidan di situ. Ini contoh kelasnya

kulwap Kelas Bidan Cerdas
Batch 6  oleh 
@bidanmudabergerak

Dan masih banyak lagi mungkin ya bidan-bidan yang memberikan ilmu dan motivasinya di media sosial, selain itu kita bisa follow akun instagram seperti @temanbumil dan sejenisnya. Disana info-info kehamilan sangat lengkap dan bisa membantu mom mengetahui hal-hal penting terkait kehamilan. Supaya mom lebih hati-hati dalam menjaga kandungan mom.

2. Nutrisi Makanan
Nah, buat mom yang hobi sama  junk food  hhe mungkin ini saatnya mengganti cemilan mom dengan buah, kacang-kacangan seperti almond, pistachio  dan makanan sehat lainnya. Tanamkanlah rasa bahwa janin kita membutuhkan makanan yang kaya akan nutrisi dan bergizi. 

Lalu, pada trisemester awal, saat mom sering merasa mual, dan malas makan maka mom bisa menyiasati dengan makan porsi kecil namun sering, serta makan buah menjadi salah satu hal yang harus dilakukan, selain kaya akan vitamin, buah juga bisa membuat mom lebih segar. 

Selain itu, konsumsi makanan yang dapat membantu mempermudah persalinan penting loh mom dilakukan dari awal kehamilan misalnya, sayur mayur, daging, protein hewani nabati, buah-buahan dan makanan pendukung yang penting sekali seperti kurma, madu, minyak zaitun, habatussauda, susu baik itu susu ibu hamil, susu sapi atau susu kambing. Kata orang 'you are what you eat.'

3. Olahraga

Nah, mom yang saat gadis jarang berolahraga. Kali ini ga boleh malas ya. Perbanyaklah berjalan kaki, boleh berolahraga ringan atau senam hamil. Yang perlu dihindari adalah olahraga-olahraga yang berat dan berisiko jatuh seperti naik sepeda. 
Berapa lama jalan kaki dan apa manfaatnya mom bisa baca disini
Jika usia kandungan mom sudah 34week, maka sangat baik jika mom sudah mulai melakukan senam hamil.
Jika tidak ikut kelas yoga atau senam hamil, mom bisa melakukannya di rumah. Contoh gerakannya bisa liat di youtube, salah satu yang mudah diikuti seperti senam yang dicontohkan dari bidan Ony Kristy, mom bisa cek disini Cara Senam Hamil Mudah.

4. Cek Kesehatan

Jangan sepelekan hal ini, bumil harus rajin yaa cek kesehatan. Kalau kata @bidanmudabergerak, Seberapa penting periksa kehamilan? PENTING BANGET. Pemeriksaan kehamilan bertujuan untuk memantau proses kehamilan dan kondisi ibu, tumbuh kembang janin, serta mendeteksi dini adanya gejala-gejala yang mengarah pada permasalahan kehamilan dan persalinan.

Periksa juga HB ya mom, temanku bilang ia ditegur nakes saat lahiran karena ternyata Hb nya sangat kurang, dan ia tidak mengetahui tentang itu.
Ya, jika kita terlalu santuy, dan menyepelekan untuk cek kesehatan, itu bisa membahayakan diri dan baby. Jadi jangan sepelekan ya mom. 

5. Komunikasi

Hal berikutnya yang tidak boleh disepelekan adalah komunikasi, terutama komunikasi dengan suami. Kenapa? Karena biasanya, wanita ingin dimengerti maunya apa tanpa ia bicara, padahal suami kan manusia biasa yang tidak tahu maunya mom apa jika tidak dibicarakan. 
Jadi daripada ngedumel sendiri lebih baik segala sesuatu dikomunikasikan dengan baik. Karena mom sebagai bumil tidak boleh stress, jika mom stress, si kecil di dalam perut mom ikut merasakannya, kasihan kan mom?
Maka, komunikasikanlah segala sesuatu dengan baik. 
Selain itu, tak kalah penting adalah komunikasi kita dengan orang tua yang harus dijaga, agar mereka senantiasa mendoakan, jika orang tua sudah tiada maka panjatkanlah doa untuknya. 

Berikutnya komunikasi yang penting lagi adalah dengan jabang bayi, karena bayi sudah bisa mendengar di usia kandungan 5 bulan loh mom. Berikanlah afirmasi positif dan sentuhlah ia dengan mengelus perut mom.

Serta yang terakhir dan paling penting adalah komunikasi dengan Tuhan. Perbanyaklah doa agar diberi kesehatan dan persalinan yang mudah, lancar dan sehat. Aaamiiin

6. Sugesti Positif
Ada banyak cerita tentang melahirkan, dan kadang membuat mom takut menghadapinya, jadi perbanyaklah membaca, mendengar, melihat hal-hal positif dan kisah-kisah kelahiran yang menyenangkan. 
Ada? Ya, ada banyak, dari mereka yang merawat diri selama kehamilan, menjaga pola makan, menjaga asupan nutrisi dan tentunya mempersiapkan diri melahirkan dengan sebaik-baiknya, rajin yoga, senam hamil, jalan kaki dan tentunya berdoa dan beribadah.  

7. Ibadah

Jangan sepelekan yang satu ini mom, Tingkatkan dan perkuatlah ibadah, nah kalau muslim perbanyaklah bertilawah. 
Targetkan bahwa selama kehamilan kita bisa mengkhatamka Al-Quran. 

Suara mom membaca Al-Quran akan terdengar dede bayi loh, dan insya Allah gelombangnya akan menenangkan si kecil. 

Memperbanyak ibadah juga akan membuat mom menjadi bumil yang rileks, insya Allah ga baperan, ga terlalu sensitif karena hati mom terisi dengan dzikir-dzikir pada Allah. Dan semoga dengan memperbanyak ibadah, lahiran mom bisa berjalan selancar mungkin.

Itu tadi 7 hal yang ga boleh disepelekan. Sudah berikhtiar, apapun yang dialami saat melahirkan insya Allah tak akan sia-sia. 😊 Mom sudah melakukan yang terbaik untuk si kecil. 

Selamat menjaga kehamilan ya mom, oya perbanyak makan kurma, bahkan sampai detik-detik akan melahirkan :) karena kurma sangat bermanfaat melancarkan proses kelahiran, juga memperkuat tenaga mom saat melewati proses itu. 😊 Mau kurma tapi bingung beli dimana? Bisa chat aku atau komen di whatsapp story atau facebook. :)

Sekian dariku,
Semoga bermanfaat dan
 feel free to share ya mom. 😊

Rabu, 18 Maret 2015

h-14 hari

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 08.45 0 komentar
Notes to Qatar


:)

berkali-kali gagal ke cancel pergi keluar negeri, untuk belajar bahasa arab, tidak mematahkan si bungsu dari empat bersaudara ini berjuang. ada program satu tahun belajar di Qatar, full scholarship, hihi bayanginnya pengen punya rubah alias rumah bahasa untuk anak-anak. jadi, apasalahnya belajar di sana? :)

Pertama-tama daftar di http://mybanner.qu.edu.qa/ terus ceklis ceklis data, termasuk calon perekomendasi. huhuhuhu terus penulis ni sama Hanan temen yang sama-sama daftar juga, memberanikan diri mencari prof. Syarief untuk minta surat rekomen, eh ternyata beberapa hari kemudian, temen penulis sebut saja dia Ale, bilang "kita harus berstrategi, kalau perekomendasinya sama, di sana kita jadi saingan." hoho oke deh coba cari yang lain, huhu sempet kebingungan minta ke siapa? ke Profesor Tajudin? malu euy rasanyaaa.

Coba lagi dipikir-pikir sempat meminta surat rekomendasi dari ust. rahmat yang Ikadi itu loh, tapi rupanya beliau sedang sibuk jadi tak membalas sms, dan Ale bilang "tiw, dosen wali lo pa Tajudin kan? minta aja ke diaa"
em...
'tapiiii gue ngerasa ga  qualified' dalam hati.

Waktu terus berlalu, sampai kusadari, masa pendaftaran tinggal 5 hari lagi, ya Kamis, 12 Maret 2015.
Tapi masih ada gelintir takut melingkupi hati, dan membiarkannya berlalu sampai h-3 pendaftaran berakhir.
 Selasa pagi, penulis berjalan kaki menyusuri gerbang kampus, sendiri,  sampai akhirnya sebuah langkah menyamai langkahku, dari belakang.
Eh Rupanya dia Ale,
"tiw, minta aja ke Pa Tajudin."
"emmm apa ntar yang ditulis?"
"bilang aja lo rajin, atiw kan rajin!"
"dezig... aamiiin :D hahaha"
"eh, dengerin urusan begini jangan humble tau. jangan sederhana, pd aja keluarin semua yang ada."
"oo gitu yaaa, iya nanti deh coba bilang ke pa tajudin."

singkat cerita, ternyarta Profesor menyetujuinya,
 tragedi pun terjadi saat penandatangan berlangsung, huhuhu :(

tapi tak apa katanya perjuangan memang selalu ada pahit manisnya.

singkat cerita lagi, tanggal 12 tiba. Sekitar pukul 3 sore, penulis mengirimkannya, karena buru-buru juga pukul 4 sore harus ke Jonas untuk foto bareng Himpunan Mahasiswa Sastra Arab.

Taraaaa. dokumen pun terkirim.Walau dengan perjuangan sinyal, karena ada pdf yang berat banget.

SIIIP!
cow ah ke tempat jeprettt bisi ujaaan, da emang udah ujan juga siiih,
oke setelah menunggu lama, pukul 18.00 baru masuk studio dan senyum manis sana, senyum manis sini, jepret jepret, teriak sana teriak sini, jepret, jepret, sampe keabisan gaya yuhhhuuuuu...

waktunya pulang.

Solat maghrib, lelah menghampiri, lalu tidur.

-------------------------------------
bangun, solat isyaa dan tidur lagi!

keesokan harinya.
What?

dapet email ini


email bahwa dokumen kemarin gagal terkirim karena terlalu berat ukurannya. huhuhu (catet: ini pelajaran 1.)
Kaget, shock, tapi harus tetap tenang, edit perkecil sizenya, dan kirim ulang.

besoknya Ale cerita udah dapet email balesan bahwa dokumen keterima. Ya Allah, itu rasanya campur aduk, ane baru ngirim ulang tanggal 13, berdoa mudah-mudahan panitia memang membuka email setelah tanggal 14, mungkin mereka mengharagai perbedaan waktu yang ada, berdoalah toh mereka juga makhluk Allah, hatinya dikuasai Allah yaa apapun yang terjadi bulatkan tekad, tawakal do'a. jangan setengah-setengah, perihal berhasil atau belum itu Kuasa Allah, perjuangan adalah ibadah, susah payah adalah kenikmatannya. semangat!

hari berganti hari, email nisasuni17@gmail.com sering dibuka tutup sehari entah sabaraha kali, dan email semacam email ke Ale, belum ada, oke gpapa, hikmahnya : "jangan pas deadline dan tetep harus croscek, udah kekirim apa belum emailnya" (catet: pelajaran 2).

Hingga akhirnya disela nyksipsi,
Alhamdulillah dokumen diterima,
dan tinggal menunggu pengumuman di awal April.

Apapun hasil finalnya, itu keputusan Allah :)

"Faidza 'adzamta, fatawakkal 'alallah. Innallaha yuhibbulmutawakkiliin" (Q.S Ali Imran :159)

:)

Best Regards



Nisa Suni




Rabu, 28 Januari 2015

Cancelled Part 2

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 08.45 0 komentar
Belajar dari kesalahan tes yang pertama, tes yang kedua saya ikuti lagi dengan lebih niat, dan serius lebih dari yang sebelumnya, mimpi dipanjatkan, katanya dari 24 orang yang dites 10 orang akan diberangkatkan.

Tes pun kami (saya dan teman-teman)  jalani, dan saya berharap saya salah satu dari mereka.
hingga hari pengumuman, datang.

Khoirunnisa. begitu nama saya dipanggil diurutan ke sembilan.
Alangkah bagai mimpi yang lama dinanti, datang.

Satu pengumuman tambahan ditegaskan kembali.
"Awalnya 10 orang yang diberangkatkan, tapi apa mau dikata.. Kami pihak jurusan sudah berusaha, tapi hanya 6 orang yang akan diberangkatkan."

Dan,
saat itu yang terpikir adalah dosa penghalang rezeki.

Baiklah,
" tapi yang lain boleh mencoba, bisa kalian ajukan proposal ke perusahaan-perusahaan. Yang punya paspor bisa dikumpulkan scanannya." Ucap Sang Koordinator Jurusan Tercinta

Ragu, tapi karena disemangati dan rasanya disuruh mencoba satu kali lagi, saya ikuti.
Mungkin Allah ingin saya bekerja lebih giat lagi.
Proses pun saya jalani, Proposal dibuat seminimal mungkin pengeluran, tapi berusaha tetap menarik., ya Alhamdulillah beberapa cair pengganti modal kesana-kemari, pembayaran visa dan lain-lain.
hingga saatnya tiba, tiket harus dibeli.
dan lagi-lagi saya menyerah.

impulsive mungkin, saya berpendapat : "Jika tak punya ilmu, setidaknya punyalah harta"
hem beregeming, dan belakangan baru tahu tentang empat ciri manusia  berkenaan tentang ilmu dan harta (next post).
:)

-sering saya menyesali diri, diri ini belum sungguh-sungguh dalam belajar-

dua diantara tujuh tersisa dari kami lolos di ujian kali ini.
mereka berangkat ke Negeri Piramid itu bersama tujuh orang teman lainnya.

:)
saya gigit jari?

Alhamdulillah, Allah mengaruniakan hati yang tidak membenci keadaan itu.
saya syukuri nikmat tidak jadi berangkat itu untuk mengikuti sebuah kegiatan yang terkenal disiplin dan menantang SSG 28 :). Banyak sekali pengalaman dobrak diri, hingga tangisan muhasabah yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Banyak sekali kegiatan yang kalau dipikir-pikir ko bisa ya melewatinya.

Melintas air terjun, latihan di tempat Tentara, Rafting, dan di akhir latihan saat pelantikan saya yang kecil ini membawa beban kurang lebih 15 kilo menuju hutan, kami diajari untuk Pantang mengeluh! :) oya, yang paling berkesan adalah malam terakhir, di hutan kami solo bivak. Untuk membuat tendanya saja saya tak menyangka, lumayan bisa walau kena ujan dikit-dikit, he malam itu, malam yang tidak pernah terlupa. :)

Banyak tokoh yang luar biasa terasa begitu dekat, menyenangkan, pelatih yang bersahaja, setiap kegiatan yang selalu disambungkan dengan Allah Sang Kuasa.

Subhanallah, karunia ini tak mau saya lupakan.
Meski saya masih banyak kurang di sana sini, karena diri saya  yang belum bisa menerapkan semua pelajarannya tapi, untuk SSG saya ucapkan terimaksih. :)

kembali soal kegagalan Mesir yang kedua kali,
teman-teman mungkin bertanya-tanya mengapa saya tidak jadi, atau mereka sudah tahu, dan tidak mau menyinggungnya di depan saya.

terimkasih ya, kalian sudah mengerti..
tidak jadi berangkat bukan sebuah kesedihan yang mendalam, jadi rasanya tidak perlu banyak kita bahas, dukungan kalian dalam diam atau terucapkan itu sama kuatnya. terimakasih untuk do'a-do'a itu :)

Dan sekarang smester delapan.
Jujur, saya masih berusaha mencintai bahasa yang sulit ini. ^^ he

untuk semua mimpi yang tertunda, saya ucapkan sampai jumpa.
sebentar lagi paspor hangus :D kemanakah kaki akan melangkah?

Sob, the dreams wasn't failed :)
it's just Cancelled :)

aamiin.

Cancelled Part 1

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 08.19 0 komentar
Mimpi .
berikut cerita saya soal mimpi,
bukan,
bukan bunga tidur.

yang saya maksud, mungkin adalah bunga kehidupan.
Jika terwujud, ia bagai bunga di taman yang tumbuh bermekaran.
Indah.


Smester tiga,empat,lima, enam, tujuh, dan sekarang sudah menginjak smester delapan.
Dulu, Smester 1 atau sebelum kuliah, rasa-rasanya tidak mungkin untuk pergi ke luar negeri sebagaimana dimimpikan setiap orang.

Smester dua mendengar kabar bahwa, Jurusan mengadakan tes untuk beberapa orang mengikutinya. Tes menuju Negeri Piramida.


Smester 3, sekitar itu.. Saya diikutkan sebuah tes menuju Mesir.
teman-teman  saya yang bersama saya mengikuti tes itu, sudah mahir berbahasa Arab,
Pintar, cerdas, smart, Mahir Jiddan deh pokoknya.
saya ragu datang ke tempat tes, bahasa arab pas-pasan, jarang dilatih, dan mungkin karena kurang cinta. heu..
tapi saya datang mencobanya, tanpa harapan.
saya datang hanya membawa keberanian mencoba.
dan seperti kalian tau, saya tak beruh mengikutinya, hingga kegagalan adalah jawaban.

Mesir? Coret. Mesir 2013 T.T
Secercah harapan kembali muncul,
Ada jalan lain, seperti yang dilakukan Kaka Kelas sebelumnya yaitu dengan mengirim proposal ke sejumlah instansi mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi, sampai Nasional, dan tentu Swasta.
Saya dan sembilan orang teman saya mencobanya.
kami berkumpul, membuat rencana, bermimpi bersama, menginap di salah satu rumah sahabat untuk begadang membuat proposal, prin, esok paginya pergi menyebar, mengedor setiap pintunya.

Ah, saya bingung memulai cerita dari mana.
mungkin, dari lantai dua gedung dekanat,

Disana, salah satu dosen kami bercerita tentang sebuah negara dimana temannya bisa membantu mengurus course kami, jika kami mau, mengurus mulai dari LoA sampai penginapan.
Saat itu, bunga-bunga serasa mengitari kami,
bunga-bunga itu bernama Sudan, Sudan,Sudan, Sudan. Salah satu Teman kami sampai berteriak, berjingkrak-jingkrak merasa senang, mendengar kabar itu. Ada yang bisa mengurus kami, di ujung impian kami. Belajar di luar negeri.

Kami solat dzuhur bersama waktu itu di Masjid Ibnu Sina. Rencana kami, kami ingin mengoreksi proposal yang kami buat, tapi hujan turun, dan kami memutuskan untuk bertilawah terlebih dahulu.
sampai seorang dari kami menemukan sebuah ayat.

"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan" (Al-Mulk:15)

Kami seolah termotivasi lebih tinggi membaca ayat itu, kami akhirnya selalu ingin menjelajah bumi Allah. Hingga kami menamai diri kami dengan Para Penjelajah Bumi Allah. (PPBA). sedikit alay, sedikit apa banyak yaa? seorang kaka kelas kami kadang menyebutnya (Para Pencari Budak Alay) kalau ga salah :D

ah, itu sebutan saja supaya saat menjarkom ada sebutan mudah, PPBA :D

(masih ingat intens jarkom lewat sms, belum ada wa, line, dsb.) dan masih aktif sekali di facebook, kalau dilirik, dokumen penting, tak sembarang ada disana.

penting?
Ya, kita ga main-main.
sebuah instansi Negeri meminta kami membuat paspor,
dan kami membuatnya tanpa tahu, memang kita berangkat?



dari ujung Sumedang, saya dan teman saya mondar-mandir, yang lain menyebar di kota/kabupatennya masing-masing, Bandung, Sukabumi, Ciamis, Depok, Jakarta.
Cacian, tertawaan, melawan rasa malu saat menginjakkan kaki, pelayanan yang empet banget, sampai justru terkesima dengan pelayanan di kantor lain kami alami.

Kami ajukan proposal pribadi kami.
Satu Minggu, dua Minggu, tiga minggu, sampai kami malu follow upnya dan hilang.

tak sampai disitu,
proposal kelompok kami ajukan,
waktu itu saya dan teman saya dari Jatinangor hendak menjelajah Jakarta.
Disana, banyak perusahaan besar, intansi negara yang sepertinya bisa membantu.
Lumayan, nambah pengalaman, naik-naik ke gedung pencakar langit, BUMN, Pertamina, Sam***rna, perusahaan-perusahaan swasta, dan lain-lain.

selama dua hari kami menjelajah Jakarta, sengaja, saya ingin mencoba semua kendaraan disana, hihi katro yaa mulai dari kereta, angkot, bajaj, busway, metromini, bis dan motor :D

kelaparan. saya bersama tiga orang teman saya yang berpencar menuju instansi-instansi berkumpul di monas, berbagi pengalaman, ketawa-ketawa, dan makan mie kriuk-kriuk (gadoin). hingga sore hari, kami pulang ke basecamp di Depok, rumah salah satu rumah dari kami.

Depok, kami menemukan banyak hal, berjalan-jalan keliling UI, naik bikun sok-sokan anak UI,hhiihi sampai ngeprin yang super mahal. Oya, jadi ingat salah satu tempat prin disana, kami pengunjung paling lama, sampai-sampai kami seolah akrab dengan mereka.

Perjalanan di Depok, Jakarta, Sumedang, Bandung, memiliki banyak kenangan.

hingg a tercetus dari lisan ini : seneng yaa "Selalu ada kenangan di setiap perjalanan, makaaa ..
jelajahilah bumi Allah" bersama-sama seperti menjadi sebuah moto.

Sungguh, kemana pun itu, selalu ada pelajaran, hikmah, kenangan di setiap perjalanan bukan? :)

Lagi-lagi satu, dua , tiga minggu kami menunggu, senang setiap selesai memberi proposal, dan harapan-harapan pun bersemi, hingga banyak kabar bermunculan setiap selesai follow up :

"Mohon maaf, atasan kami sedang tidak ada di tempat, silakan hubungi 3 hari lagi" atau
"Mohon maaf baru saja saya berikan ke bagian perencanaan."
"Mohon maaf, saya kejebak banjir jadi belum ke kantor lagii"

"Iya de, proposal yang mana ya? nomor berapa? wah hilang sepertinya."
"Mohon maaf, untuk tahun ini tidak ada dana untuk seperti ini."
"Neng, kami terima proposalnya tapi harus diurus lagi yaa mungkin ini untuk tahun depan. seharusnya setahun sebelum sudah mengajukan yaa."

dan masih banyak lagi :)

dua, tiga bulan, mimpi ke Sudan menjadi kenangan bersama perjalan menyebar proposal.
delapan dari kami menyerah,
ternyata dua orang dari kami, tembus proposalnya dan berangkat ke Negeri Agamis itu.
enam bulan berlalu,
Singkat cerita salah satu dari sisanya tak menyerah mengirim aplikasi ke Maroko, dan dia menjadi satu-satunya dari universitas kami yang berangkat..

tersisalah tujuh dari kami yang masih menyimpan mimpinya,
dan waktu berlalu, mereka yang berangkat telah kembali, giliran siapakah yang menggapai mimpinya?

Bersambung..

Kamis, 22 Januari 2015

Makhkota Untuk Ibu.

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 14.14 0 komentar
"Separuhnya, atau sedikit kurang dari itu .. atau lebih seperdua darinya (malam).. " (Q.S 73:3-4)

Hal yang paling indah di dunia ini adalah menyaksikan hembusan nafas tenang dari ibu, dikala terjaga terlebih saat terlelap.

Dan saat paling membahagiakan adalah, saat kami saling membangunkan di sepertiga malam, separuhnya, atau sedikit kurang dari itu, atau lebih darinya.

Banyak kata yang tak bisa ku utarakan bu, mulai dari ungkapan mencintaimu hingga tak mampunya menceritakan kenakalanku. Tapi ku tahu bu, do'a tulusmu menggiringku ke tempat-tempat yang lebih baik, harapanmu penyemai semangat tiada banding dalam dadaku, lantunan ayat sucimu mengajarkanku mengikutimu, bukan dengan paksaan, kau mengajariku dengan tauladan. Hanya saja aku mungkin sering membangkang.

Dari lembaran kisah ibu, aku takkan mampu bergeming.
Jika mampu, ku katakan, bu..
Kau laksana lautan kesabaran yang tak pernah ku temui di sepanjang jalan kehidupan.
Senyummu serupa pahatan karya Illahi yang tak mampu tergantikan.

Kemarin, setelah sekian lama memendam kekesalan pada seorang teman yang menghinaku, akhirnya aku mengadu pada ibu, hanya ingin mencari ketenangan, walau sebenarnya aku sadar hinaan bukan perkara yang buruk. Yang buruk adalah jika kita berbuat buruk pada orang lain kan bu? tapi sosok ibu menunjukkan naluri seorang Ibu, "Iya, tapi kalau ketemu orangnya tetap ibu mau beri tahu, tidak ada ibu yang tidak sakit ada orang yang menyakiti anaknya."

Petikan kalimat itu membuatku takjub : Seluruh ibu di dunia ini mungkin memang makhluk yang digadang lemah bernama wanita, tapi Ia akan menjadi perkasa terlebih bila ada yang menyakiti anak-anaknya atau anggota keluarganya. Karena Wanita memang perkasa, mereka adalah makhluk tangguh, dan aku melihat itu dari sosok para ibu.

"Wah ibu, ga apa-apalah bu.. tenang aja.." balasku. Aku hanya kesal sedikit. dengan bersabar, Allah menggugurkan dosa-dosa kita :) "

Hening. aku teringat beberapa tahun lalu, saat handphone kakaku hilang, lalu ia meminta yang baru, aku bertanya pada ibu,
"Koq ibu baik banget, dia udah ngilangin masih di kasih "
Jawaban ibu, singkat.
"Belum pernah ngerasain punya anak sih."

Bagi ku kalimat itu bukan hanya sebuah ujaran, ia memilki makna lain berupa "Setiap ibu di dunia ingin membahagiakan anaknya, apapun yang terjadi". Seperti sebuah peristiwa, Aku ingat, dulu saat aku berada di pondok pesantren, aku tak punya sepatu untuk keperluan MOS, dan meski jauh sekali, ibu datang pagi-pagi buta mengantarkan sepatu itu, lalu hanya sejenak bertemu, aku bergegas pergi ke sekolah. Ibu, masih mempersembahakan yang terbaik : "Ini tehnya diminum dulu."
dalam hatiku "ooooo Ibu, maaf aku selalu merepotkanmu." T.T "jauh datang, bertemu sebentar, aku buru-buru :("

Aku juga ingat saat aku menjadi panitia MOS SMP dulu, ada seorang siswa baru yang tak membawa balon sebagai tugas MOS, lalu siapa yang berusaha membela siswa itu?
Ya, Ibunya, berdesakkan demi mencari panitia, hanya untuk bialng "De, anak ibu kehabisan balonnya jadi ga bisa bawa, mohon jangan dimarahi ya.."
Aku tersenyum, "tidak apa-apa bu, balon yang mau diterbangkan juga sudah banyak."
"Alhamdulillah,terimakasih ya de.."
Bukan perkara balon, tapi perkara kasih sayang yang tiada takut membela anakya terlebih yang memasuki dunia baru seperti anaknya.Ibu, tiada lelah walau harus berdesakkan, bersimbah keringat.
Ibu, di manapun itu ingin kebahagiaan untuk anaknya.

Banyak sekali petikan-petikan pertanyaan yang ku lontarkan pada Ibu dan membuatku kagum. Kalau aku minta uang, ibu bilang
"Ini utang loh, ibu bukan ngasih,"
"yaah koq utang bu.. hehe"
"Iya, utang, bayarnya ke cucu ibu kelak yaa, sekolahin, didik, ajarin ngaji."
"oooh, anak-anakku kelak, ibu bisa ajaaa" :)
Ibu selalu bilang "Ibu, tidak akan mewariskan apapun kecuali ilmu, jadi sekolah yang benar, :) Harta bisa habis di jalan,  tapi Ilmu adalah pengikat keberkahan,  hmm Iya, aku selalu kagum akan semangat ibu yang terus berusaha menyambungkan teleponnya dengan radio yang sering sibuk untuk bertanya, untuk dikoreksi tilawahnya oleh para ustadz di radio. Aku kagum, pada semangat ibu yang senang belajar dan terus belajar.

17 Januari 2015
aku berdiri memeluk ibu.
"Ibu, ga kerasaa aku udah gede umurnyaaaaa" bermanja pada ibu selalu kulakukan sampai sekarang.
Ibu tersenyum saja.

22 tahun sudah ibu merawatku bu, dengan berbagai tantangan, berbagai kesedihan, berbagai rasa suka maupun duka.
Bu, ku akui bu, belum mampu aku membawakan kebahagiaan untukmu,
justru aku sering menyakitimu bu.

Izinkan aku, do'akan aku agar mampu, aku ingin memakaikanmu makhkota untukmu di surga kelak bu, :)
aamiin.

"Tulisan ini disertakan dalam kegiatan Nulis Bareng Ibu. Tulisan lainnya dapat diakses di website http://nulisbarengibu.com” 


Senin, 15 Desember 2014

Aah Kalian Selalu Mengagumkan!

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 05.19 1 komentar




"Assalamualaikuum" kata mereka.

Jepret!

"Walaikumussalaaaaam :)"

Lihatlah! tanpa persiapan, tanpa diunyu-unyu asal jepret saja anak kecil selalu lucu.
Beda dengan orang dewasa pasti bilang : "Iiiiii ga bilang dulu mau moto teh".. "iii hapus ga kobeee" (kobe: muka yang tidak terkontrol.) iya kaan gitu kaaan? :D

iya, mereka mah gimana aja lucu,
 karena mereka memang tercipta sebagai penyejuk hati yaa, masih bersih , tak berdosa
bagai kertas putih, soal kertas itu mau dituliskan apa adalah tanggung jawab orang tuanya, apakah menerapkan ilmu menari, ilmu bernyanyi, ilmu sulap, ilmu mengaji, itu pilihan orang tuanya. Menjadi baik atau buruk, benar atau salah, dan hal lainnya adalah pilihan orang tuanya. JIka berubah di usia dewasa, itu tanggung jawab dirinya sendiri.

Jumat, 12 Desember 2014

Berkunjung Ke Gua Hitam

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 20.29 0 komentar
Datang membawa bekal dengan kantong yang compang-camping.
Berjalan-jalan menikmati alam sekitar, terpesona, hijau, indah, lumrah rasanya bila banyak orang datang.
Pohon-pohon menjulang, bunga-bunga bertebaran, kupu-kupu keliaran menerpa wajah-wajah suci aneka tanaman, ilalang saja bagai rumput yang dikawal para petugas penjaga taman.

Kursi-kursi kayu dipahat rapi dari dedahan besar yang cokelat sempurna tanpa cacat di kiri kanan, di depannya seonggok pualam besar menjelma menjadi meja yang diukir. Sejanak duduk, diam, membuka perbekalan, menyantap roti isi cokelat, dan teh manis hangat. Tak butuh waktu lama,  bersiap lagi berjalan, sendiri saja menikmati kicau burung di jelang senja. Mau kemana?

inilah perjalanan tanpa arah tujuan, bahkan melupakan panduan.

Langit sudah mulai gelap,tiba-tiba sesosok wanita cantik bak seorang putri dengan gaunnya menyapa : "Kemari!". Dengan menggigil kaki mendekat, tersenyum karena akhirnya tau dialah teman yang paling baik, lakunya dewasa, dan tauladan para penduduk di sana.

Kami melangkah, berjalan hingga pada akhirnya menemukan sekuntum jingga di pinggir jalan, jatuh, berserakan dan hendak kami bereskan. Satu di antaranya ada yang paling menarik, emas berkilatan dari putiknya, cintapun jatuh pada kuntum itu.

Tak lama kami berjalan, Sang putri menampakkan keinginannya membawa kuntum bunga berputik emas ke rumahnya. Rupa-rupanya itu miliknya yang dulu pernah Ia buang saat melihat kuntum lain yang mempesona.

Lantas, saat langit semakin gelap, air pun turun dari langit yang membawa serta suara petir. Kami berlari saling melindungi, melindungi kuntum jingga berputik emas agar tak lagi malang, tibalah kami di keteduhan, sayang langit yang gelap tak izinkan rembulan menerangi kami. Dalam gelap kami tertidur lelap.

Saat malam menjelma menjadi tidur yang lelap, mimpi membawa pergi ruh hingga datang lagi saat pagi menyuarakan kedatangannya.

Sang Putri tak ada lagi di sisi, Ia hanya menemani perjalanan kemarin, menyisakan perjalan gelap di depan sana bersama kuntum jingga berputik emas menemani perjalanan yang dibuatnya terasa indah.

Ini Gua Hitam, terangnya jalan hanya berasal dari kuntum yang ku pegang, hendak kembali tak tau arah, sudah tahu , tapi hati masih ingin bersama dengan Sang putik emas, yang kilaunya terasa menghangatkan di tempat ini, lalu akan ke mana kaki melangkah?

Selasa, 12 Agustus 2014

smester baru, suni semangat :)

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 08.57 0 komentar
2010,

lulus SMA di tahun itu, tidak berarti lulus SNMPTN di tahun yang sama.
Akhirnya, mencoba kuliah di sekolah tinggi swasta di sebuah kota kecil. tapi aku tak lagi sungguh-sungguh menjalaninya, akhirnya ikut tes kembali dan...

2011 , masuklah dunia perkampusan sesungguhnya :Unpad.  Sastra Arab Unpad, 
Ga suka awalnya, ga ngerti

hingga saat ini membuka pintu smester 7.
mencoba menyayangi dan berusaha mengejar yang dulu ditinggalkan :)
IPK bagus belum tentu bagus dalam pengaplikasiannya tapi bukan juga sebuah keputus asaan :)

suni, semangat :)

Sabtu, 31 Mei 2014

Allah aku ingin bersamaMU

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 21.57 0 komentar
Selalu..

Sabtu, 03 Mei 2014

Ada Apa

Diposting oleh Nisa Dewi Suni di 09.13 0 komentar
Ratusan vega pernah berada dalam sebuah ruang..
kakak, ruang itu dulu sempit, gelap, hanya terdiam dan tenggelam,
kakak, ruang itu lalu ingin diisi oleh Sirius, conapus, vegaaa..
ah kakak,
pada akhirnya,
kaki melangkah menuju sebuah negeri..
asing,
betul-betul asing.
makanan?
pakaian?
kebiasaan?
semua asing.

awalnya,
ada tangis yang tragis, ada isak yang menyesak.
hingga  akhirnya
ada canda tanpa jeda, ada tawa yang tak ingin lepas.

perjalanan membawaku merasa aman,
ditemani Sirius, conapus, vegaaa..
dilindungi, dibenahi, dijauhi dari calon-calon petaka,
dikenalkan pada seluk beluk sebuah pedoman,
diajari, dididik, untuk dicerna agar berguna.

ada apa?
waktu memisahkanku dengan Sirius, conapus, vega.

cahaya mereka masih benderang tatkala negeri baru aku tapaki,
katanya, pesannya,
tetaplah menjadi mutiara pelmbut hati, berada di tempat seperti apapun
kau harus tetap seperti mutiara.

Sirius, conapus, vega,
kau takkan terganti.

Kakak,
ruang itu belum kokoh, tanpa cahaya Sirius, conapus, vega ia akan goyah,
hingga datang sebuah kata, mendobrak seluruh rasa.
aku pernah menangis, mempertanyakan keganjilanyang sudah dianggap biasa,
aku pernah membenci, pernah mencaci tak pandang hati. sporadis.

Tapi,
alfabet dimuali dari Z.
tak menyangka, pembelajaran itu dimulai,
Sirius, conapus, vega,
kau berubah wujud.

Ada apa?
kenapa senang mencaci?
merasa suci?

apa yang ruang itu tapaki,
maka tujuannya hanya penggenggamnya.
berhentilah menertawakan dan mencaci,
karena manusia
tidak pernah tahu,

Ada Apa..
pada 1 detik kemudian dalam hidupnya...


maka, ada apa?
ada apa yang membuat kita senang mencaci?
maka,,

Ada Apa ...

#tetiba ingin menulis, menelisik ruang yang sibuk berputar,
lalu berbalik ke awal.

terimakasih
Sirius, conapus, vega..
:)

Ada apa...?
 

little one on earth Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea